Pengertian Hari Akhir
Peristiwa hari akhir sering disebut dengan hari kiamat. Yang dimaksud dengan hari akhir adalah ketika terompet ditiup oleh Malaikat Israfil atas perintah Allah SWT., bumi hancur hingga tak tersisa sedikit pun dari makhluk di dunia ini, gunung-gunung meletus, bumi memuntahkan isi perutnya. Jagad raya seisinya, planet-planet, matahari, dan seisi langit berantakan, dan semua makhluk yang bernyawa akan mati. Al-Qur’an menjelaskan bahwa peristiwa hancurnya alam semesta disebut yaumus sa’ah.
Hari Akhir Menurut Ilmu Pengetahuan
Dunia ilmu pengetahuan mencermati peristiwa hari akhir dengan menggunakan dalil naqli yaitu berdasar akal pikiran dan dibuktikan secara ilmiah. Para pakar ilmu alam berpendapat bahwa matahari merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk di bumi. Matahari yang memancarkan sinar dan panas sehingga menimbulkan energi ke seluruh planet, termasuk bumi. Adapun terkait dengan datangnya hari kiamat adalah ketika matahari berputar terus-menerus, akhirnya akan sampai pada titik tertentu yang menyebabkan matahari akan habis dan padam kemudian meletus. Sedangkan kemungkinan dengan benda langit yang terdekat dengan bumi adalah bulan yang berjarak semakin dekat sehingga menimbulkan air pasang yang sangat hebat disertai gunung-gunung berapi meletus. Ditinjau dari ilmu fisika yang menyatakan bahwa daya rotasi dan revolusi benda-benda langit tidak konstan. Hal itu menyebabkan pergerakan benda-benda langit goyah sehingga menimbulkan bertabrakan dan saling menghancurkan antara benda-benda langit. Kemungkinan-kemungkinan itu merupakan perhitungan dan perkiraan manusia dengan akalnya. Tetapi, hanya Allah SWT. Yang Maha Mengetahui terhadap semua kejadian.
Tanda-Tanda Datangnya Hari Kiamat
Kiamat dibedakan menjadi dua, yaitu kiamat sugra (kiamat kecil) dan kiamat kubra (kiamat besar).
• Tanda-tanda kiamat sugra
1. Kerap terjadi bencana alam seperti gempa bumi, tanah longsor dan lain sebagainya
2. Banyak terjadi pembunuhan atau bunuh membunuh
3. Pembantu banyak yang melahirkan anak majikannya
4. Banyaknya kemaksiatan
5. Jumlah wanita lebih banyak daripada pria
6. Agama bukan lagi sebagai perkara penting
• Tanda-tanda kiamat kubra
1. Menjelang hari kiamat Allah menurunkan kabut tipis sehingga seluruh kaum muslimin mengalami kematian, sementara orang-orang kafir masih hidup.
2. Munculnya Dajjal.
3. Munculnya Dabbah atau binatang aneh yang bisa berdialog dengan manusia .
4. Matahari terbit dari barat.
5. Turunnya Imam Al-Mahdi.
6. Turunnya Nabi Isa a.s.
7. Adanya peperangan besar-besaran oleh Ya’juj dan Makjuj yaitu dua bangsa dari timur.
8. Terjadi gerhana matahari di timur, di barat, dan seluruh jazirah Arab, bersamaan dengan itu muncul api dari Yaman, sehingga terjadi eksodus ke arah Syam dan mereka mati di sini sebelum terompet kiamat ditiup.
Hikmah Iman Kepada Hari Akhir
1. Meningkatkan kesadaran bahwa dunia ini akan berakhir dan akan menampakan kehidupan yang kekal.
2. Mengingatkan kepada kita bahwa tujuan hidup yang sebenarnya bukan di dunia ini, tetapi kehidupan di akhirat.
3. Memantapkan diri bahwa kesenangan hidup di dunia sangat kecil artinya, sehingga kita akan mementingkan kehidupan akhirat dengan senantiasa mentaati segala perintah dan meninggalkan segala larangan Allah SWT.
4. Memotivasi diri untuk meningkatkan amal saleh dan menjauhi segala kemaksiatan, karena merasa yakin bahwa semua amal perbuatan pasti akan mendapatkan pembahasan secara adil.
5. Menumbuhkan sikap ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT., menghormati kedua orang tua, berbuat baik terhadap sesama manusia.
Perilaku Yang Mencerminkan Keimanan Terhadap Hari Akhir
1. Tidak berlebih-lebihan dalam memenuhi kebutuhan keduniawian yang telah menjerumuskan kepada pelanggaran hukum agama.
2. Mencari rezeki atau nafkah dari yang halal, sehingga yang dimakan oleh keluarga mempunyai manfaat lahir batin.
3. Menjauhi perbuatan yang merugikan orang lain.
4. Meningkatkan amal saleh semata-mata mencari ridha Allah SWT.
5. Meninggalkan segala perbuatan dosa agar timbangan amal baik kita tidak lebih ringan dari amal buruk.
6. Memperbanyak mencari dan mempelajari ilmu agama agar penerapan dalam kehidupan di masyarakat tidak jauh melenceng dari aturan agama Islam.
7. Meningkatkan mutu peribadatan kita baik yang wajib maupun yang sunah.
8. Mempererat tali persaudaraan dengan sesama muslim dan berbuat baik kepada semua manusia.
9. Meninggalkan lingkungan yang buruk sekiranya mempengaruhi kita dan mempererat pergaulan dengan orang-orang saleh.
10. Menunjukkan sikap keteladanan di mana saja kita berada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar